Bayangkan punya TV dengan layar 100 inci di ruang keluarga. Ukurannya saja sudah bikin siapa pun yang melihatnya menoleh. Namun, LG tidak berhenti pada ukuran layar.
Lewat lini Micro RGB evo, LG menawarkan televisi kelas premium yang menggabungkan layar jumbo dengan teknologi reproduksi warna, pemrosesan gambar berbasis AI, serta fitur gaming kelas atas.
Tak heran jika harganya berada di kelas yang berbeda. Untuk model tertentu, banderolnya bisa mencapai sekitar Rp 200 juta.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan TV semahal itu?
Micro RGB Jadi Senjata Utama
Hal yang paling menarik tentu teknologi layarnya.
LG menggunakan Micro RGB, yaitu teknologi yang memanfaatkan sumber cahaya RGB berukuran sangat kecil. Masing-masing warna dasar—merah, hijau, dan biru—dapat dikontrol secara lebih presisi untuk menghasilkan warna yang lebih kaya.
Pada seri Micro RGB evo, teknologi tersebut dipadukan dengan sistem pemrosesan gambar dan peredupan yang lebih canggih. LG mengklaim perangkat ini mampu memberikan cakupan warna 100 persen pada standar BT.2020, DCI-P3, dan Adobe RGB.
Hasilnya bukan sekadar gambar yang terlihat terang, tetapi warna yang diharapkan tetap detail dan konsisten dalam berbagai jenis konten.
Layar 100 Inci, Serasa Punya Bioskop Sendiri
Ukuran layar menjadi salah satu daya tarik terbesar.
LG Micro RGB evo AI MRGB96 hadir dengan layar 100 inci dan resolusi 4K. Dengan bentang layar sebesar ini, menonton film atau pertandingan olahraga tentu memberikan sensasi yang jauh lebih imersif dibanding TV konvensional.
Ukuran tersebut juga membuat TV ini lebih cocok untuk ruangan yang luas. Kalau ditempatkan di ruang keluarga berukuran kecil, layar 100 inci justru berpotensi terasa terlalu mendominasi.
Kontras Dibantu Ribuan Zona Peredupan
LG turut membekali TV ini dengan Micro Dimming Ultra.
Teknologi tersebut menggunakan ribuan zona peredupan untuk mengatur pencahayaan pada area layar. Dengan pengaturan yang lebih spesifik, bagian terang dan gelap dalam sebuah adegan dapat dibuat lebih terpisah.
Misalnya ketika sebuah film menampilkan suasana malam dengan sumber cahaya yang sangat terang. Sistem peredupan dapat membantu mempertahankan detail pada area gelap sekaligus menjaga bagian terang agar tidak terlihat berlebihan.
Ada AI Processor Alpha 11
Urusan pemrosesan gambar dipercayakan kepada AI Processor alpha 11 4K Gen3.
Prosesor ini menggunakan Dual AI Engine untuk membantu meningkatkan kualitas gambar. LG menyebut teknologi tersebut mampu melakukan pemrosesan terkait ketajaman dan tekstur secara bersamaan.
Dengan kata lain, prosesor tidak hanya bertugas menjalankan sistem TV, tetapi juga membantu mengolah gambar sebelum ditampilkan ke layar.
Refresh Rate 330Hz untuk Gamer
TV mahal ini ternyata tidak hanya dibuat untuk maraton film.
LG membekali Micro RGB evo dengan dukungan refresh rate hingga 330Hz melalui fitur Motion Booster 330. Angka tersebut membuat TV ini menarik bagi pengguna yang juga menjadikan layar besar sebagai perangkat gaming.
Refresh rate tinggi memungkinkan pergerakan objek di layar terlihat lebih mulus, terutama pada permainan dengan gerakan cepat.
Jadi, buat gamer yang punya konsol atau PC kelas atas, TV ini punya kemampuan untuk ikut menunjang pengalaman bermain.
Bukan Sekadar Smart TV
Seperti TV LG generasi terbaru lainnya, perangkat ini juga menjalankan webOS dan membawa sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan.
Pengguna dapat menemukan fitur seperti AI Search, AI Concierge, AI Chatbot, serta AI Voice ID. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk membuat interaksi dengan TV terasa lebih personal dan membantu pengguna menemukan konten atau informasi yang dibutuhkan.
Jadi, Apa yang Dibayar Rp 200 Juta?
Kalau hanya melihat ukurannya, TV 100 inci memang sudah memiliki harga yang tinggi. Namun, pada LG Micro RGB evo, harga tersebut juga mencerminkan teknologi layar dan fitur yang dibawanya.
Mulai dari Micro RGB evo, cakupan warna yang luas, ribuan zona peredupan, prosesor AI alpha 11, resolusi 4K, hingga refresh rate 330Hz, semuanya dirancang untuk memberikan pengalaman visual kelas premium.
Dengan banderol yang bisa menyentuh Rp 200 juta, TV ini jelas bukan perangkat yang dibeli sekadar untuk menonton sinetron atau YouTube sesekali.
LG Micro RGB evo lebih menyasar pengguna yang menginginkan layar superbesar dengan teknologi visual dan fitur hiburan kelas atas—bahkan jika ruang keluarga harus berubah menjadi bioskop pribadi.




