Persaingan mengembangkan robot humanoid semakin ramai. China kini menjadi salah satu negara yang bergerak paling cepat dalam mengembangkan sekaligus memproduksi robot yang dirancang untuk melakukan berbagai pekerjaan seperti manusia.

Sejumlah perusahaan robot asal China mulai memproduksi humanoid dalam jumlah besar. Unitree dan AgiBot menjadi dua nama yang cukup menonjol dalam perkembangan industri ini.

Berdasarkan data penjualan 2025, Unitree tercatat menjual sekitar 5.500 robot humanoid. AgiBot menyusul dengan penjualan sekitar 5.168 unit.

Angka tersebut terlihat cukup besar jika dibandingkan dengan sejumlah perusahaan robot humanoid asal Amerika Serikat. Figure AI, Agility Robotics, dan Tesla masing-masing tercatat menjual sekitar 150 unit pada periode yang sama.

Ditopang Industri Manufaktur

Salah satu faktor yang membuat China bisa bergerak cepat adalah ekosistem manufakturnya yang sudah sangat kuat.

Robot humanoid membutuhkan banyak komponen, mulai dari motor, sensor, baterai, aktuator, kamera, chip hingga bagian mekanis. China sudah memiliki industri yang memproduksi berbagai komponen tersebut dalam skala besar.

Perkembangan industri kendaraan listrik juga ikut memberikan keuntungan. Sejumlah kemampuan manufaktur dan rantai pasok yang sebelumnya berkembang untuk kendaraan listrik dapat dimanfaatkan dalam pembuatan robot.

Dengan kondisi tersebut, perusahaan robot China tidak harus membangun seluruh rantai pasok dari awal. Mereka bisa memanfaatkan pemasok yang sudah tersedia sambil berfokus pada pengembangan perangkat keras dan sistem AI.

Robot Mulai Masuk Dunia Industri

Perkembangan robot humanoid di China juga mulai terlihat dari penggunaannya di lingkungan kerja.

Robot tidak lagi hanya dipamerkan untuk menunjukkan kemampuan berjalan atau melakukan gerakan tertentu. Sejumlah perusahaan mulai mengujinya untuk pekerjaan berulang di pabrik dan berbagai tugas yang membutuhkan tenaga fisik.

Namun, membuat robot bisa bekerja di dunia nyata bukan perkara mudah. Robot harus mampu mengenali benda, menjaga keseimbangan, mengambil objek dengan tepat, serta menyesuaikan diri ketika kondisi di sekitarnya berubah.

Kemampuan AI kemudian menjadi bagian penting dalam pengembangan tersebut.

Perusahaan AS Masih Mengembangkan Robot Serbaguna

Dominasi China dalam jumlah produksi bukan berarti persaingan sudah selesai.

Perusahaan Amerika Serikat masih mengembangkan robot humanoid dengan fokus yang berbeda. Tesla, misalnya, terus mengembangkan Optimus sebagai robot yang nantinya dapat menjalankan berbagai tugas.

Figure AI juga mengembangkan robot humanoid yang ditujukan untuk bekerja di lingkungan manusia dan industri.

Karena itu, jumlah robot yang berhasil diproduksi belum menjadi satu-satunya ukuran perkembangan teknologi humanoid. Kemampuan robot dalam memahami perintah, mengenali lingkungan, mengambil keputusan, dan menyelesaikan pekerjaan secara mandiri juga menjadi bagian penting.

China Punya Keuntungan dari Sisi Produksi

Kemampuan memproduksi perangkat keras dalam skala besar menjadi salah satu modal China dalam persaingan ini.

Produksi dalam jumlah besar berpotensi menekan biaya komponen dan pembuatan robot. Hal tersebut penting karena robot humanoid saat ini masih tergolong mahal dan penggunaannya belum merata.

Pemerintah China juga memberikan perhatian besar terhadap perkembangan robotika dan teknologi embodied AI. Dukungan tersebut ikut mendorong perusahaan lokal untuk melakukan riset, meningkatkan produksi, dan menguji robot dalam berbagai kondisi.

Tantangan Robot Humanoid Masih Panjang

Meski perkembangannya cukup cepat, robot humanoid masih menghadapi banyak tantangan.

Robot harus bisa bergerak stabil, mengenali objek, menggunakan tangan dengan presisi, memahami instruksi, hingga merespons situasi yang tidak selalu bisa diprediksi.

Kemampuan tersebut masih terus dikembangkan oleh perusahaan di China maupun negara lain.

Persaingan robot humanoid ke depan pun kemungkinan tidak hanya soal siapa yang mampu membuat robot paling banyak. Kemampuan AI, efisiensi biaya, daya tahan, keamanan, dan seberapa jauh robot bisa menjalankan pekerjaan secara mandiri akan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri ini.

China saat ini sudah memiliki modal kuat dari sisi manufaktur dan produksi. Sementara perusahaan Barat masih terus mengembangkan kemampuan AI dan robot serbaguna untuk mengejar perkembangan tersebut.