Selama ini, trotoar hanya dikenal sebagai tempat untuk berjalan kaki. Namun, bagaimana jika setiap langkah yang terjadi di atasnya ternyata bisa menghasilkan listrik?
Gagasan tersebut coba diwujudkan melalui energy-generating sidewalk, sebuah konsep trotoar yang dirancang untuk menangkap energi mekanis dari aktivitas manusia dan mengubahnya menjadi energi listrik.
Teknologinya bekerja dengan memanfaatkan tekanan ketika seseorang menginjak permukaan trotoar. Tekanan tersebut menghasilkan gerakan atau deformasi kecil pada material, yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik menggunakan teknologi seperti sistem piezoelektrik atau mekanisme pemanen energi lainnya.
Satu langkah tentu tidak menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Namun, persoalannya bukan pada satu orang atau satu langkah.
Bayangkan teknologi ini dipasang di tempat yang setiap harinya dilewati ribuan hingga jutaan orang. Stasiun kereta, bandara, pusat perbelanjaan, stadion, hingga kawasan pusat kota bisa menjadi lokasi yang menarik untuk penerapannya.
Energi yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan berdaya rendah, misalnya lampu LED, sensor lingkungan, papan informasi digital, maupun perangkat Internet of Things (IoT).
Bukan Sekadar Trotoar
Menariknya, teknologi ini tidak hanya berbicara soal menghasilkan listrik. Energy-generating sidewalk juga menjadi bagian dari gagasan yang lebih besar mengenai smart city.
Dalam konsep kota pintar, infrastruktur tidak lagi sekadar digunakan untuk fungsi dasarnya. Jalan, lampu, kendaraan, tempat parkir, hingga trotoar dapat dirancang agar mampu menghasilkan, mengumpulkan, atau mengirimkan data dan energi.
Trotoar pun berpotensi berubah menjadi salah satu elemen aktif dalam ekosistem tersebut.
Apakah Bisa Menggantikan Pembangkit Listrik?
Jawabannya tentu belum.
Energi yang dihasilkan dari langkah kaki masih relatif kecil dibandingkan kebutuhan listrik sebuah kota. Teknologi ini lebih masuk akal jika digunakan sebagai sumber energi tambahan, terutama untuk perangkat yang membutuhkan daya rendah.
Selain itu, masih ada tantangan lain yang perlu diperhatikan, seperti biaya pemasangan, ketahanan material terhadap penggunaan terus-menerus, efisiensi konversi energi, hingga biaya perawatan.
Meski begitu, konsepnya menunjukkan arah yang menarik bagi perkembangan teknologi perkotaan.
Jika selama ini manusia hanya menjadi pengguna infrastruktur, energy-generating sidewalk menawarkan kemungkinan baru: aktivitas manusia ikut menjadi bagian dari sumber energi.
Mungkin suatu hari nanti, berjalan kaki bukan cuma membuat kita sampai ke tujuan, tetapi juga ikut menyalakan sesuatu di sepanjang perjalanan.




