Kartu Kredit Indonesia Resmi Diluncurkan

Masyarakat Indonesia kini memiliki alternatif baru untuk melakukan pembayaran menggunakan fasilitas kredit.

Bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) resmi memperkenalkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel.

Secara fungsi, KKI merupakan instrumen pembayaran yang menyediakan fasilitas kredit atau penundaan pembayaran (deferred payment). Namun, ada satu hal yang membuatnya berbeda dari kartu kredit pada umumnya, yaitu transaksi KKI diproses melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional.

Kehadiran KKI menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan pembayaran berbasis kredit sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran digital di dalam negeri.

BI sendiri mengembangkan KKI dengan konsep CeMuMuAH, yakni cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Bukan Pengganti Kartu Kredit Internasional

Meski sama-sama memberikan fasilitas kredit, KKI tidak dirancang untuk menggantikan kartu kredit yang menggunakan jaringan pembayaran internasional.

Keduanya akan tetap berjalan berdampingan. Artinya, masyarakat dapat memilih jenis kartu sesuai kebutuhan dan layanan yang ingin digunakan.

KKI juga tidak hanya ditujukan untuk konsumen individu. Instrumen ini dapat digunakan oleh konsumen korporasi, dengan kemungkinan pengembangan untuk layanan konvensional maupun syariah sesuai produk yang diterbitkan oleh Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP).

KKI Bisa Dipakai untuk Bayar lewat QRIS

Pada tahap awal, KKI hadir dalam bentuk kartu digital. Salah satu fungsi utamanya adalah menjadi sumber dana untuk melakukan transaksi melalui ekosistem QRIS.

Ada tiga kanal QRIS yang dapat digunakan bersama KKI, yaitu:

  1. QRIS MPM (Merchant Presented Mode) Pengguna memindai kode QR yang disediakan oleh merchant, kemudian memilih KKI sebagai sumber dana pembayaran.

  2. QRIS CPM (Customer Presented Mode) Pengguna menampilkan kode QR dari aplikasi pembayaran untuk kemudian dipindai oleh merchant.

  3. QRIS Tap Pembayaran dilakukan dengan mendekatkan ponsel ke terminal pembayaran yang sudah mendukung QRIS Tap.

Dengan sistem tersebut, pengguna tidak perlu membawa kartu fisik untuk menggunakan KKI pada tahap awal.

Bagaimana Cara Menggunakan KKI?

Penggunaan KKI melalui QRIS pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan transaksi QRIS yang sudah biasa dilakukan.

Berikut gambaran prosesnya:

  1. Buka aplikasi pembayaran yang menyediakan fitur KKI.
  2. Pilih menu QRIS.
  3. Pilih KKI sebagai sumber dana.
  4. Lakukan transaksi seperti biasa sesuai metode QRIS yang digunakan.

Untuk QRIS MPM, pengguna cukup memindai QR merchant. Sementara pada QRIS CPM, pengguna menampilkan kode QR untuk dipindai oleh merchant.

Adapun untuk QRIS Tap, pengguna cukup mendekatkan ponsel ke terminal pembayaran yang kompatibel.

Bisa Digunakan di Mana?

Untuk tahap awal, KKI dapat digunakan untuk melakukan transaksi di merchant yang menerima pembayaran QRIS.

Artinya, ketika sebuah merchant menyediakan pembayaran melalui QRIS dan aplikasi pengguna mendukung KKI sebagai sumber dana, transaksi dapat dilakukan menggunakan fasilitas kredit tersebut.

Namun, penggunaan KKI nantinya tidak hanya terbatas pada transaksi QRIS.

Pengembangan KKI akan dilakukan secara bertahap. Ke depan, instrumen ini direncanakan dapat digunakan untuk transaksi online melalui Online Payment serta transaksi offline menggunakan kartu fisik.

Apa Manfaat KKI bagi Masyarakat?

Bagi masyarakat, KKI memberikan pilihan tambahan bagi mereka yang membutuhkan metode pembayaran dengan fasilitas penundaan pembayaran.

Menariknya, fasilitas tersebut hadir dalam ekosistem pembayaran domestik dan pada tahap awal dapat digunakan melalui QRIS, yang sudah cukup familiar bagi masyarakat Indonesia.

Sementara bagi industri pembayaran, kehadiran KKI menjadi salah satu langkah untuk memperluas inovasi sekaligus memperkuat penggunaan infrastruktur pembayaran nasional.

Dengan begitu, KKI bukan sekadar menghadirkan alternatif baru untuk pembayaran kredit. Kehadirannya juga menjadi bagian dari perkembangan sistem pembayaran Indonesia.

KKI, Pilihan Kredit dalam Ekosistem Pembayaran Domestik

Kartu Kredit Indonesia hadir dengan konsep yang cukup berbeda. Instrumen ini menawarkan fasilitas kredit, tetapi pemrosesan transaksinya dilakukan melalui infrastruktur pembayaran domestik.

Untuk saat ini, masyarakat dapat mengenal KKI melalui penggunaannya sebagai sumber dana dalam transaksi QRIS. Seiring pengembangannya, cakupan penggunaan KKI akan diperluas ke transaksi online dan kartu fisik.

Pada akhirnya, KKI bukan dibuat untuk menggantikan kartu kredit internasional, melainkan menambah pilihan bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran nasional.