MediaTek mulai memperluas persaingannya di pasar laptop dengan memperkenalkan chip baru bernama Dimensity CX C10 Max. Bukan sekadar membawa nama Dimensity ke perangkat komputer, chip ini dirancang untuk menjadi otak bagi laptop generasi baru yang mengandalkan kemampuan kecerdasan buatan (AI).

Dimensity CX C10 Max merupakan chip pertama dari keluarga Dimensity Compute Experiences (CX). MediaTek menempatkannya sebagai prosesor flagship yang ditujukan untuk perangkat komputasi premium dengan desain tipis dan ringan.

Chip tersebut dibuat menggunakan proses fabrikasi 3 nm dari TSMC. MediaTek mengklaim desainnya memungkinkan produsen membuat laptop yang lebih tipis, ringan, bahkan tanpa kipas, tetapi tetap menawarkan daya tahan baterai sepanjang hari.

Punya CPU 8-Core "All Big Core"

Untuk dapur pacunya, Dimensity CX C10 Max mengusung CPU 8-core dengan pendekatan All Big Core. Konfigurasinya terdiri dari satu Arm Cortex-X925, tiga Cortex-X4, serta empat Cortex-A720.

CPU tersebut kemudian dipadukan dengan GPU Arm Immortalis-G925 MC11 yang memiliki 11 core. Kombinasi ini ditujukan untuk menangani berbagai kebutuhan laptop, mulai dari multitasking, pekerjaan produktivitas, hiburan, hingga aplikasi yang membutuhkan pemrosesan grafis.

MediaTek juga membekali chip ini dengan 12 MB L3 cache dan 10 MB system-level cache. Dukungan memorinya menggunakan LPDDR5X dengan kecepatan hingga 9.600 MT/s.

AI Jadi Salah Satu Andalan

Salah satu bagian yang cukup menarik dari Dimensity CX C10 Max adalah kemampuan AI-nya. MediaTek menanamkan NPU 890 generasi kedelapan yang diklaim mampu menghasilkan performa hingga 55 TOPS.

Kemampuan tersebut ditujukan untuk menjalankan berbagai pemrosesan AI secara langsung di perangkat. MediaTek menyebut NPU ini juga dirancang untuk mendukung fitur Gemini Intelligence pada perangkat Googlebook, sehingga sejumlah tugas AI dapat diproses dengan respons yang lebih cepat sekaligus memberikan manfaat dari sisi privasi karena pemrosesan dapat dilakukan secara lokal.

Selain AI, chip ini membawa Imagiq 1090 ISP yang mendukung kamera hingga 32 megapiksel. ISP tersebut dibekali kemampuan AI untuk pengambilan video HDR, video zoom yang lebih mulus, cinematic video, serta fitur sustained focus.

Fitur tersebut ditujukan untuk kebutuhan seperti video call, livestreaming, hingga pembuatan konten menggunakan kamera bawaan laptop.

Dukung Wi-Fi 7 dan Perangkat Tipis Tanpa Kipas

Dari sisi konektivitas, Dimensity CX C10 Max mendukung teknologi seperti Wi-Fi 7. MediaTek juga mencantumkan dukungan Bluetooth 6.0 pada platformnya, meski penerapannya dapat berbeda tergantung perangkat yang menggunakan chip tersebut.

Dengan proses fabrikasi 3 nm dan desain yang mengutamakan efisiensi daya, MediaTek ingin C10 Max digunakan pada laptop yang lebih tipis dan ringan. Bahkan, chip ini dirancang agar perangkat bisa beroperasi tanpa kipas sehingga menghasilkan desain yang lebih senyap.

Akan Dipakai di Googlebook

Dimensity CX C10 Max akan digunakan pada Googlebook generasi berikutnya. MediaTek telah mengonfirmasi bahwa salah satu perangkat yang akan menggunakan chip tersebut berasal dari Lenovo.

Namun, chip ini tidak digunakan pada Lenovo Googlebook 15 inci yang sudah diperkenalkan sebelumnya. Perangkat tersebut menggunakan prosesor Intel. MediaTek menyebut C10 Max akan hadir pada perangkat Googlebook Lenovo yang akan datang.

Kehadiran Dimensity CX C10 Max menunjukkan langkah MediaTek yang semakin serius masuk ke segmen laptop premium. Setelah dikenal luas lewat chip smartphone dan Chromebook, perusahaan kini membawa lini Dimensity ke perangkat komputasi dengan fokus yang lebih kuat pada performa, efisiensi daya, dan pemrosesan AI.

Belum ada informasi lengkap mengenai harga maupun tanggal penjualan laptop Lenovo yang menggunakan Dimensity CX C10 Max. MediaTek juga be