OpenAI kembali memperbarui lini model kecerdasan buatannya. Kali ini, perusahaan memperkenalkan GPT-6 Astra, model yang disebut sebagai model paling mumpuni yang telah mereka terapkan secara luas.
GPT-6 Astra tidak hanya ditujukan untuk menjawab pertanyaan atau membuat teks. OpenAI membekalinya dengan kemampuan untuk menangani pekerjaan yang lebih panjang dan kompleks, termasuk menggunakan komputer, menjelajah web, menulis kode, melakukan riset, hingga mengerjakan berbagai tugas profesional.
OpenAI mengatakan Astra menjadi model terdepan mereka dalam computer use, browsing, software engineering, cybersecurity, science, dan professional work. Model ini juga mampu menjalankan alur kerja yang terdiri dari beberapa tahapan, kemudian menghasilkan dokumen, spreadsheet, maupun presentasi sesuai kebutuhan pengguna.
Skor Tinggi di Sejumlah Pengujian
Kemampuan GPT-6 Astra juga terlihat dari sejumlah pengujian yang dipublikasikan OpenAI.
Dalam FrontierMath Tier 4, Astra mencatat skor 98 persen. Model ini juga mencapai 99,9 persen di ARC-AGI-3 dan 100 persen di ExploitBench. Untuk kemampuan menggunakan komputer, Astra mencatat skor 72,6 persen dalam OSWorld 2.0, lebih tinggi dibanding GPT-5.6 Sol yang memperoleh 65,7 persen dalam pengujian yang sama.
Untuk pekerjaan profesional, Astra juga menunjukkan peningkatan. Pada BrowseComp, misalnya, Astra mendapatkan skor 91,5 persen, sementara GPT-5.6 Sol berada di angka 90,4 persen.
Bisa Mengerjakan Tugas dari Awal sampai Akhir
Salah satu perubahan yang cukup terasa pada Astra adalah kemampuannya menangani pekerjaan secara lebih menyeluruh.
Model ini dapat bekerja dengan kode, browser, dan software profesional dalam satu alur. Artinya, pengguna tidak hanya meminta AI membuat sesuatu, tetapi juga bisa meminta model melanjutkan prosesnya, melakukan pengecekan, kemudian memperbaiki hasil apabila diperlukan.
OpenAI mencontohkan kemampuan tersebut untuk membuat dokumen, presentasi, spreadsheet, serta analisis yang mengikuti template dan gaya yang sudah ditentukan.
Kemampuan semacam ini membuat AI semakin dekat dengan konsep AI agent, bukan sekadar chatbot yang menunggu pertanyaan lalu memberikan jawaban.
Fokus pada Coding dan Penggunaan Komputer
Untuk pengembang, GPT-6 Astra tersedia melalui API dengan nama model gpt-6-astra.
Model ini memiliki context window hingga 1,05 juta token dan mampu menghasilkan hingga 128.000 token dalam satu respons. Astra juga mendukung beberapa tingkat reasoning effort, mulai dari low hingga max.
OpenAI menetapkan harga API standar sebesar 10 dolar AS per 1 juta token input dan 50 dolar AS per 1 juta token output. Ada pula tarif berbeda untuk penggunaan cache.
Keamanan Siber Jadi Perhatian Besar
Di balik peningkatan kemampuan tersebut, OpenAI juga memberikan perhatian besar pada aspek keamanan.
GPT-6 Astra menjadi model pertama OpenAI yang mencapai kategori Critical untuk kemampuan keamanan siber berdasarkan Preparedness Framework milik perusahaan.
Dalam kondisi memiliki akses dan alat yang sesuai, OpenAI menyebut Astra mampu menemukan celah keamanan yang sebelumnya belum diketahui dan mengembangkan cara mengeksploitasinya pada sejumlah sistem yang memiliki perlindungan kuat.
Karena kemampuan tersebut, OpenAI mengatakan mereka memperkuat sistem perlindungan dan pemantauan untuk mencegah model digunakan dalam tindakan siber berbahaya.
Kapan GPT-6 Astra Bisa Dipakai?
GPT-6 Astra mulai diluncurkan pada 3 September 2026, awalnya kepada sejumlah organisasi terbatas. Setelah itu, OpenAI menyatakan model ini akan tersedia secara bertahap untuk pengguna ChatGPT Plus, Pro, Business, dan Enterprise.
Untuk pengembang, Astra juga tersedia melalui OpenAI API serta platform seperti Microsoft Azure dan AWS Bedrock.
Dengan hadirnya GPT-6 Astra, arah pengembangan AI OpenAI terlihat semakin bergeser. AI bukan lagi hanya soal menghasilkan jawaban dalam hitungan detik, tetapi juga bagaimana model dapat membantu menyelesaikan pekerjaan yang panjang, menggunakan berbagai alat, dan mengambil langkah berikutnya berdasarkan konteks yang diberikan pengguna.
Kalau perkembangan ini terus berlanjut, batas antara “meminta AI membuat sesuatu” dan “memberi AI sebuah pekerjaan untuk diselesaikan” akan semakin tipis.




